Sumsel Dapat Tambahan Dua Helikopter, Penanganan Karhutla Diperkuat

 

PALEMBANG, Fokusnews.my.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menambah armada udara. Dua unit helikopter water bombing tambahan disiapkan untuk membantu pemadaman di sejumlah wilayah yang masih menghadapi ancaman kebakaran.

Tambahan armada tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan pada Kamis, 24 September 2026. Dari dua helikopter tambahan, satu unit telah selesai menjalani proses verifikasi dan mulai disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.

Armada udara akan mencapai 10 helikopter

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan tambahan dua helikopter diperlukan karena sejumlah lokasi kebakaran sulit dijangkau secara efektif melalui jalur darat.

Dengan penambahan tersebut, kekuatan armada udara Sumsel nantinya mencapai 10 helikopter. Sebanyak delapan unit akan digunakan untuk operasi water bombing, sedangkan dua unit lainnya difungsikan sebagai helikopter patroli udara.

Helikopter water bombing digunakan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses tim pemadam darat sekaligus mempercepat proses pemadaman.

Penguatan operasi udara ini juga menjadi bagian dari strategi menghadapi kondisi kering yang masih berpotensi terjadi sebelum musim hujan tiba.

Penanganan melibatkan ribuan personel

Sebelumnya, BNPB menyebut penanganan karhutla di Sumatera Selatan melibatkan sekitar 12.285 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, KTPA, MPA, hingga tim pemadam dari perusahaan.

Data koordinasi penanganan karhutla per 15 September 2026 mencatat 1.737 hotspot di Sumsel. Dari pemantauan tersebut teridentifikasi 20 fire spot dengan estimasi luas sekitar 404,22 hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 319,97 hektare telah ditangani melalui pemadaman darat maupun operasi water bombing, sementara sekitar 84,25 hektare masih dalam proses penanganan pada saat data tersebut dihimpun.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla antara lain Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kota Palembang.

Musim hujan diperkirakan mulai akhir Oktober

BPBD Sumsel mengingatkan bahwa kondisi kering masih perlu diwaspadai. Berdasarkan prakiraan BMKG yang dikutip BPBD, musim hujan diperkirakan mulai masuk ke wilayah Sumatera Selatan pada akhir Oktober 2026, sementara hujan diperkirakan baru lebih merata pada bulan berikutnya.

Artinya, upaya pencegahan dan pemadaman masih perlu dilakukan secara intensif selama periode transisi menuju musim hujan.

Pemerintah dan tim gabungan juga terus melakukan patroli, pemantauan titik panas, pemadaman darat serta operasi udara untuk mencegah api meluas.

Masyarakat diminta tetap waspada

Ancaman karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lahan dan ekosistem, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas udara serta aktivitas masyarakat.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan kawasan yang mudah terbakar. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu penyebaran api.

Dengan tambahan armada udara dan pengerahan personel di lapangan, penanganan karhutla di Sumatera Selatan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus mencegah munculnya titik kebakaran baru.


Posting Komentar untuk "Sumsel Dapat Tambahan Dua Helikopter, Penanganan Karhutla Diperkuat"