JAKARTA, Fokusnews.my.id — Gaya hidup sehat semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Menjaga kesehatan kini tidak hanya dilakukan ketika seseorang mengalami keluhan, tetapi mulai diarahkan pada pencegahan melalui pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga pemanfaatan teknologi.
Tren tersebut tercermin dalam Voice of the Consumer Survey 2026 dari PwC Indonesia. Survei yang dirilis pada September 2026 menunjukkan bahwa 59 persen konsumen Indonesia memprioritaskan kesehatan jangka panjang sebagai tujuan utama dalam menjalani hidup sehat.
Selain itu, 51 persen responden menjadikan pengurangan stres dan peningkatan kesehatan mental sebagai prioritas, sementara 41 persen menempatkan pengembangan dan peningkatan kualitas diri sebagai tujuan penting.
Masyarakat mulai memperhatikan pola makan
Perubahan gaya hidup juga terlihat dari kebiasaan masyarakat dalam memilih makanan.
PwC mencatat 72 persen konsumen Indonesia rutin menyiapkan makanan di rumah. Sebanyak 59 persen mengonsumsi vitamin, mineral atau suplemen, sedangkan 54 persen secara aktif memperhatikan asupan cairan.
Dalam 12 bulan berikutnya, 73 persen responden berencana meningkatkan konsumsi produk segar seperti buah dan sayuran. Sebanyak 49 persen juga berencana meningkatkan konsumsi makanan tinggi protein seperti daging, unggas dan ikan.
Tren tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya minat terhadap layanan makanan sehat. ANTARA melaporkan bahwa katering makanan sehat semakin diminati karena masyarakat perkotaan menghadapi keterbatasan waktu untuk menyiapkan makanan bernutrisi sendiri.
Olahraga semakin menjadi bagian dari rutinitas
Gaya hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan makanan. Aktivitas fisik juga semakin masuk ke dalam rutinitas masyarakat.
Survei PwC menunjukkan 58 persen konsumen Indonesia rutin melakukan aktivitas kebugaran fisik, sementara 38 persen mengaku menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.
Pada kelompok konsumen muda, angka partisipasi olahraga mencapai 61 persen, dibandingkan 43 persen pada konsumen yang lebih tua.
Berbagai aktivitas seperti lari, bersepeda, gym, yoga dan pilates juga semakin mudah ditemukan dalam kehidupan masyarakat perkotaan.
Teknologi ikut mengubah cara menjaga kesehatan
Perkembangan teknologi menjadi salah satu perubahan paling menonjol dalam gaya hidup masyarakat.
Sebanyak 86 persen konsumen Indonesia dalam survei PwC mengaku telah menggunakan aplikasi kesehatan atau perangkat wearable. Pada kelompok konsumen muda, tingkat penggunaannya mencapai 90 persen.
Teknologi tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengingat konsumsi obat, pemantauan tidur, aktivitas olahraga hingga dukungan terhadap kesehatan mental.
Menariknya, 71 persen responden mengatakan akan mencari jawaban melalui AI terlebih dahulu ketika membutuhkan informasi terkait kesehatan.
Namun, PwC juga mengingatkan bahwa informasi kesehatan yang ditemukan secara daring tidak selalu akurat. Karena itu, informasi dari internet dan AI tetap perlu dibandingkan dengan sumber kesehatan yang kredibel maupun tenaga profesional.
Wellness bukan sekadar tren
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa konsep wellness semakin luas. Kesehatan tidak lagi hanya dikaitkan dengan olahraga atau diet, tetapi juga mencakup tidur, kesehatan mental, nutrisi, pengelolaan stres dan keseimbangan kehidupan sehari-hari.
Tren serupa terlihat dalam perkembangan industri wellness di berbagai daerah. Di Bali, misalnya, konsep wellness mulai berkembang dari sekadar aktivitas kebugaran dan perawatan tubuh menjadi gaya hidup yang mencakup nutrisi, kualitas tidur, pengelolaan stres dan hubungan sosial.
Tantangan: waktu, biaya dan konsistensi
Meski minat terhadap hidup sehat meningkat, penerapannya tidak selalu mudah.
PwC mencatat 73 persen konsumen Indonesia mengalami kesulitan menjaga motivasi, 67 persen menghadapi keterbatasan waktu dan 50 persen menyebut keterbatasan pendapatan sebagai salah satu hambatan.
Faktor biaya juga menjadi pertimbangan. Sebanyak 77 persen konsumen mengutamakan kesesuaian manfaat dengan biaya ketika memilih produk atau layanan kesehatan, sementara 64 persen menjadikan harga sebagai faktor utama dalam keputusan pembelian.
Karena itu, gaya hidup sehat tidak harus selalu identik dengan keanggotaan pusat kebugaran, makanan mahal atau perangkat kesehatan berharga tinggi. Kebiasaan sederhana seperti memperhatikan pola makan, rutin bergerak, tidur cukup dan mengatur waktu istirahat tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.
Kesimpulan
Gaya hidup masyarakat Indonesia sedang mengalami perubahan. Kesehatan jangka panjang, pola makan, aktivitas fisik, kesehatan mental dan teknologi semakin terhubung dalam kehidupan sehari-hari.
Data terbaru menunjukkan bahwa masyarakat semakin tertarik menjalani hidup sehat, tetapi tantangan berupa waktu, biaya dan konsistensi masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Pada akhirnya, tren wellness bukan hanya tentang mengikuti gaya hidup yang sedang populer, melainkan bagaimana membangun kebiasaan yang realistis dan dapat dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.

Posting Komentar untuk "Gaya Hidup Sehat Makin Jadi Prioritas, Teknologi Ikut Mengubah Kebiasaan Masyarakat Indonesia"